mimsatuprob@gmail.com 0335-427824

Menjadi Seorang Santri Mimsapro

24 October 2026ByAdmin

Semarak Peringatan Hari Santri di MIMsApro, Siswa Kenakan Busana Muslim pada 19–22 Oktober 2026

PROBOLINGGO – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo (MIMsApro) menggelar kegiatan peringatan Hari Santri pada 19–22 Oktober 2026. Selama empat hari tersebut, para siswa mengenakan busana muslim sebagai bentuk semangat dalam menyambut Hari Santri sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

| Siswa kelas 3 yang fokus saat belajar |

Suasana sekolah tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Para siswa hadir dengan mengenakan busana muslim yang rapi dan beragam. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk mengenalkan makna Hari Santri kepada peserta didik melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Santri bukan sekadar mengenakan pakaian muslim, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai religius, kedisiplinan, kesopanan, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami pentingnya meneladani perjuangan para santri dalam menjaga agama, bangsa, dan negara.

Selain itu, penggunaan busana muslim selama kegiatan berlangsung diharapkan dapat membiasakan siswa untuk berpakaian sopan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kebiasaan baik ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan di lingkungan MIMsApro.

Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober juga menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya peran santri dalam sejarah perjuangan Indonesia. Santri masa kini diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga berakhlak mulia, berilmu, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui peringatan Hari Santri pada 19–22 Oktober ini, MIMsApro berharap semangat santri dapat tumbuh dalam diri setiap siswa. Dengan membiasakan perilaku islami, menghormati guru, menyayangi sesama, rajin belajar, dan menjaga akhlak, para siswa diharapkan mampu menjadi generasi muslim yang berkarakter dan membanggakan.

Memaknai Hari Santri bagi Generasi Muda

Peringatan Hari Santri juga menjadi momentum bagi madrasah untuk menanamkan nilai keislaman dan semangat menuntut ilmu kepada seluruh siswa.

Kepala madrasah dapat menjadi narasumber utama untuk menjelaskan makna Hari Santri, tujuan kegiatan, serta harapan madrasah terhadap generasi muda muslim.

Apa makna Hari Santri bagi MIMsApro?

"Hari Santri menjadi momentum untuk mengingat perjuangan para santri dan ulama dalam menjaga agama serta berkontribusi bagi bangsa. Bagi madrasah, peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai keislaman, semangat belajar, dan akhlak mulia kepada siswa”. Ungkap Ustazah Misnati 

Mengapa siswa diajak mengenakan busana muslim selama 19–22 Oktober?

"Penggunaan busana muslim diharapkan dapat menumbuhkan suasana peringatan Hari Santri sekaligus membiasakan siswa berpakaian sopan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter yang dekat dengan keseharian anak-anak." Ujar Ustazah Peni 

Apa harapan kepala madrasah terhadap siswa dalam momentum Hari Santri?

Kepala madrasah menjawab "Siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mencintai ilmu, rajin beribadah, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Semangat santri hendaknya tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari." 

Apa pesan untuk siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di pondok pesantren?

Menurut ustadz Imron "Siswa perlu mempersiapkan diri dengan membangun kebiasaan disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan bersemangat dalam belajar. Pilihan pendidikan di pondok pesantren sebaiknya dibicarakan bersama orang tua agar sesuai dengan minat dan kesiapan anak."

MIMsApro: Menanamkan Nilai Islami, Menumbuhkan Generasi Bera

khlak Mulia.